Kamis, 14 November 2013

5.2 Aplikasi-Aplikasi Siklus


Siklus adalah yang terdiri dari kegitan-kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengindentifikasian, pengukuran, pelaporan informasi ekonomi. Definisi siklus akuntansi, yang dikemukakan Michell Surharli (2006:49) bahwa pengertian siklus akuntansi adalah urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal sampai akhir dimulai dari awal seperti lingkaran yang tidak pernah putus .

Sedangkan pengertian siklus akuntansi menurut Sofyan Syarid Harahap (2003:16) dalam bukunya Teori Akuntansi bahwa “Proses akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadinya transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini, maka diinput keprosesan pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan”

Kesimpulan dari kedua defenisi diatas, siklus akuntasi merupakan suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi , sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.

Tahap-Tahap Siklus Akuntansi

Dalam siklus akuntasi terdapat tahap-tahap proses pengolahan data, yang saling berurutan hingga menghasilkan suatu informasi keuangan. Tahap-tahap dalam siklus akuntasi menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2005:16) sebagai berikut :

a. Tahapan Pencatatan

1.       Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2.       Pencatatan dalam jurnal ( buku harian )
3.       Pemindahan bukuan ke buku besar

b. Tahapan Pengihtisaran

1.       Pembuatan neraca saldo ( trial balance )
2.       Jurnal penyesuaian
3.       Neraca aldo disesuaikan
4.       Perhitungan rugi laba dan neraca
5.       Penyusunan laporan keuangan
6.       Jurnal penutup
7.       Pembuatan neraca saldo penutup
8.       Jurnal pembalik

c. Tahap Pelaporan

1.       Laporan keuangan
2.       Jurnal penutup

3.       Neraca saldo setelah penetupan 

Rabu, 13 November 2013

5.1 Aplikasi Siklus Pendapatan


Pengertian Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut. Pendapatan bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran barang dan jasa yang dimiliki oleh perusahaan dengan kas yang dimiliki oleh ko Aplikasi siklus pendapatan. Siklus ini memproses transaksi yang menggambarkab peristiwa ekonomi berikut :
-       Penjualan kas
-       Penjualan kredit
-       Penerimaan kas
-       Permintaan barang
-       Penerimaan barang
-       Mencatat kewajiban untuk membayar barang
-       Membayar untuk barang itu

Tujuan siklus Pendapatan

            Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai

            Tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai perusahaan dalam pelaksanaan siklus pendapatan yaitu :

1.    Mencatat permintaan penjualan secara tepat dan akurat
2.    Memverifikasi kelayakan kredit konsumen
3.    Mengirimkan barang atau memberikan jasa tepat waktu sesuai dengan perjanjian
4.    Melakukan penagihan kepada konsumen pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar
5.    Mencatat dan mengklasifikasikan penerimaan kas secara tepat dan akurat
6.    Mengirimkan uang ke pemasok yang tepat
7.    Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran yang telah diijinkan
8.    Mencatat dan mengklasifikaskan pengeluaran kas dengan tepat dan akurat

Sistem Akuntasi Dalam Siklus Pendapatan

Siklus Pendapatan Terdiri Dari Berbagai Sistem Akuntansi Berikut ini :

1. Sistem Penjualan Tunai, Yang Terdiri Dari Beberapa Prosedur Berikut Ini :
a.    Prosedur order penjualan
b.    Prosedur penerimaan kas
c.    Prosedur penyerahan barang
d.    Prosedur pencatatan pendapatan penerimaan kas
e.    Prosedur pencatatan pendapatan penjualan tunai
f.     Prosedur pencatatan harga pokok produk barang jadi yang dijual

2. Sistem Penjualan Kredit, Yang terdiri Dari Beberapa Prosedur Berikut Ini :

a.    Prosedur order penjualan
b.    Proseduur peretujuan kredit
c.    Prosedur pengiriman barang
d.    Prosedur pencatatan piutang
e.    Prosedur pencatatan pendapatan penjualan kredit
f.     Prosedur pencatatan harga pokok produk barang jadi yang dijual

3. Sistem Return Penjualan, Yang Terdiri Dari Beberapa Prosedur Berikut ini :

a.    Prosedur penerimaan barang
b.    Prosedur pancatatan piutang
c.    Prosedur pencatatn return penjualan

4. Sistem Penghapusan Piutang, Yang Terdiri Dari Beberapa Prosedur Berikut Ini :

a.    Prosedur pembuatan bukti memorial
b.    Prosedur pencatatan piutangh

Fungsi Tiap Organisasi Dapat Diuraikan Sebagai Berikut :

1. Bagian order penjualan :

a.    Sistem penjualan kredit berfungsi menerima surat order dari pembeli, mengedit order dari pembeli untuk menambah informasi yang belum ada dalam surat order tersebut (spesifi barang dan rute pengiriman), meminta otorisasi kredit, menentukan tanggal pengiriman dan dari gudang mana barang yang akan dikirim, dan mengisi surat order pengiriman.
b.    Membuat “Back order” pada saat diketahui tidak tersedianya barang persediaan untuk memenuhi order pembelian dan memo kredit untuk return penjualan.
c.    Sistem penjualan tunai berfungsi untuk membuat faktur penjualan tunai yang memungkinkan bagaian kasa menerima kas dari pembelian dan yang merupakan perintah kepada bagian pengiriman untuk menyerahkan barang kepada pembeli.

2. Bagian kredit : meneliti status kredit pembeli dan memberikan otorisasi pembelian kredit
    kepada pembeli juga sebagai pembuat memorial atas dasar surat keputusan direktur
    keuangan untuk penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagih.


3. Bagian gudang : menyimpan barang dan menyiapkan barang yang dipesan oleh pembeli
    serta menyerahkan barang kepada bagian pengiriman.
4. Bagian pengiriman : sytem penjualan kredit berfungsi untuk menyerahkan barang atas dasar
    surat order pengiriman yang didapatkan dari bagian oder penjualan. Sytem penjualan tunai
    berfungsi untuk menyerahkan barang kepada pembeli yang telah melunasi harga barang.
    Mengirimkan kembali barang yang telah dibeli perusahaan kepada pemasok dalam transaksi
    Return pembelian.
5. Bagian penagihan : berfungsi membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada pembeli,
    serta menyediakan copy faktur bagi kepentingan encatatan transaksi penjualan oleh bagian
    piutang.
6. Bagian piutang : berfungsi untuk mencatatan piutang yang timbul dari transaksi penjualan
    Kredit, mencatatan berkurangnya piutang karena transaksi return penjualan, penerimaan
    kas dari piutang, penghapusan piutang yang tidak tertagih, dan membuat pernyataan
    piutang kepada pembeli.
7. Bagian kartu persediaan dan kartu biaya berfungsi untuk mencatat harga pokok produk
    jadi yang dijual dalam kartu persediaan dan mencatat harga pokok produk jadi yang
    dikembalikan oleh pembeli dalam transaksi return penjualan.
8. Bagian jurnal, buku besar, dan laporan berfungsi mencatat transaksi penjualan kredit
    dan penjualan tunai dalam jurnal penjualan, dan transaksi return penjualan, dan
    penghapusan piutang dalam jurnal umum.
9. Bagian penerimaan berfungsi menerima barang, baik yang bersal dari transaksi
    pembelian maupun yang berasal dari transaksi return penjualan.
10. Bagian kasa berfungsi menerima kas dari pembeli, dan menyetorkannya ke bank.


Selasa, 12 November 2013

5. Aplikasi-Aplikasi Siklus Pendapatan dan Pengeluaran


1.    Aktivitas Bisnis Dalam Aplikasi Siklus Pendapatan dan Pengeluaran
a.Siklus Pendapatan
            Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatyan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut. Terdapat empat aktivitas dasar bisnis yang dilakukan dalam siklus pendapatan:

1.Entri Pesanan Penjualan
-       Mengambil Pesanan dari pelanggan
-       Memeriksa dan menyetujui kredit pelanggan
-       Memeriksa ketersediaan persediaan

2.Pengiriman
Aktivitas dasar kedua dalam siklus pendapatan adalah memenuhi pesanan pelanggan dan mengirimkan barang dagangan yang diinginkan tersebut. Proses ini terdiri dari dua tahap :
-       Mengambil dan mengepak pesanan
-       Mengirim pesanan tersebut

3.Penagihan Dan Piutang Usaha
Aktivitas dasar ketiga dalam siklus pendapatan, melibatkan :
-       Penagihan ke para pelanggan
-       Memelihara data piutang usaha

4.Penagihan Kas
-       Menangani kiriman uang pelanggan
-       Menyimpannya ke bank

b.Siklus Pengeluaran
            Siklus pengeluaran (expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa (Romney & Steinbert 2000)
Tujuan Siklus Pengeluaran
-       memastikan bahwa barang atau jasa dipesan sesuai kebutuhan
-       meneriman semua barang yang dipesan dan memastikan barang tersebut dalam kondisi  baik
-       Mengamankan barang hingga diperlukan
-       Memastikan bahwa faktur berkaitan dengan barang atau jasa yang sah dan benar
-       Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dan pengeluaran kas dengan cepat dan akurat
-       Mem-posting kewajiban dan pengeluaran kas pada rekening supplier yang tepat pada buku besar dan buku pembatu hutang
-       Memastikan bahwa semua pengeluaran kas sesuai dengan pengeluaran yang telah diotorisasi
Pada siklus pengeluaran terdapat 3 aktivitas dasar bisnis yaitu :
1.Memesan barang, persediaan, dan jasa
            Aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Keputusan penting yang dibuat dalam langkah ini adalah mengindentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak yang dibeli, dam dari pemasok mana akan dibeli. Dokumen yang dibuat dalam proses pemesanan barang adalah pesanan pembelian (purchase order).

2.Menerima dan menyimpan barang, persediaan, dan jasa.
            Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawab untuk mengecek dan menerima kiriman dari para pemasok. Dokumen yang dibuat dalam proses penerimaan barang adalah laporan penerimaan barang adalah laporan penerimaan barang adalah laporan penerimaan (receiving report)

3.Membayar untuk barang, persediaan, dan jasa
            Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar dan kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran.

2.    Batasan Aplikasi Siklus Pendapatan Dan Pengeluaran
b.Pengertian
            Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecahkan menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.

Beberapa karakteristik umum yang dianggap haru dimiliki suatu proses bisnis yaitu :
1.    Definitif : suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas
2.    Urutan : suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang
3.    Pelanggan : Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses
4.    Nilai tambahan : Transformasi yang terjadi dalam proses nharus memberikan nilai tambahan pada penerima
5.    Keterkaitan : Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi
6.    Fungsi silang : Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.

Tipe Proses Bisnis
Terdapat Tiga Jenis Proses Bisnis :
1.    Proses manajemen, yakni proses yang mengendalikan operasional dari sebuah system. Contoh (Semisal Manajemen Strategis)
2.    Proses operasional, yakni proses yang meliputi bisnis inti dan menciptakan aliran nilai utama. Contoh (Semisal Prose Pembelian, Manufaktur, Pengiklanan dan Pemasaran, dan penjualan)
3.    Proses pendukung, yang mendukung proses inti contoh ( semisal akunting, rekruitmen. Pusat bantuan).

     3.  Proses Dalam Aplikasi Siklus Pendapatan Dan Pengeluaran
Sia harus menediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk melakukan fungsi-fungsi berikut ini :
-       Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesan
-       Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak
-       Menentukan ketersediaab persediaan
-       Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkab
-       Menentukan harga produk dan jasa
-       Menetapakan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi
-       Memilih metode untuk mengirim barang

Apakah contoh informasi tambahan yang seharusnya SIA sediakan :
-       Waktu repons terhadap pertanyaan pelanggan
-       Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesan
-       Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
-       Kepuasan pelanggan
-       Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
-       Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan

4. Diagram Aliran Data
a.Siklus Pendapatan
Diagram aliran data pada pemrosesan order penjualan

pendapatan.JPG
1. Order
2. Order Penjualan
3. Order penjualan di ACC
4. Order Pengiriman
5. Slip Pengepakan
6. Memo Penagihan
7. Nota Pengiriman
8. Pengiriman
9. Nota Pengiriman
10. Faktur
11. Memo Pemindahan buku
12. Voucer Jurnal

Keterangan
PD = Piutang Dagang                         PGRMN = Pengiriman
BB = Buku Besar                                CUSTM = Pelanggan
PNGHN = Penagihan
OP= Order Penjualan 

Jumat, 25 Oktober 2013

Perancangan Formulir dan Pertimbangan-Pertimbangan Penyimpanan Catatan


Untuk menyimpan catatan dan memisahankan semua kegiatan transaksi kita bias membuat suatu formulir. Fomulir yang kita buat harus jelas dan memuat seluruh isi kegiatan.
Manfaat :
  1.  Untuk meminta dilakukannya suatu tindakan.
  2.  Untuk mencatat tindakan yang telah dilaksanakan

Sistem Kode Akun Untuk Pemrosesan


transaksi
Suatu sistem pengkodean berisi character set, yaitu satu set simbol yang telah ditentukan sebelumnya yang digunakan untuk mengidentifikasi obyek. Pengolahan data akuntansi sangat tergantung pada penggunaan kode untuk mencatat, mengklasifikasikan, menyimpan dan mengambil data keuangan.
- Tujuan pengkodean :
- Mengidentifikasikan data akuntansi secara unik
- Meringkas data
- Mengklasifikasikan rekening atau transaksi
- Menyampaikan makna tertentu
Ada 5 metode pemberian kode rekening, yaitu :
- Kode Angka atau Alphabet Urut (numerical or alphabetical-sequence code)
- Kode Angka Blok (block numerical code)
- Kode Angka Kelompok (group numerical code)
- Kode Angka Desimal (decimal code)
- Kode Angka Urut Didahului dengan Huruf (numerical sequence preceded byan
  Alphabetic reference)


PERANCANGAN SISTEM TATA BUKU BERPASANGAN


          System berpasangan adalah system pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debet dan kredit. Kemudian kedua bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga selalu seimbang. Metode penyusunan tata buku berpasangan ada 2 yaitu metode ayat-ayat pendahan tunggal dan metode ayat-ayat pindahan berumpun (kolektif).


Kamis, 24 Oktober 2013

KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI




Sistem Pemrosesan Transaksi
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System disingkat TPS) adalahsistem yang menjadi pintu utama dalam pengumpulan dan pengolahan data pada suatuorganisasi. Sistem yang ber-interaksi langsung dengan sumber data (misalnya pelanggan)adalah sistem pengolahan transaksi, dimana data transaksi sehari-hari yang mendukungoperasional organisasi dilakukan. Tugas utama TPS adalah mengumpulkan danmempersiapkan data untuk keperluan sistem informasi yang lain dalam organisasi,misalnya untuk kebutuhan sistem informasi manajemen, atau kebutuhan sistem informasieksekutif.
2. Teknik pengolahan data yang biasa diperoleh ada empat macam, yaitu: Batch processing : data yang diperoleh dari sumber data biasanya dikumpulkan atauditumpuk, lalu diproses pada waktu-waktu tertentu, misalnya data dikumpulkan antarajam 8:00 sampai dengan jam 12:00, kemudian diproses mulai jam 14 Online processing : data yang diperoleh dari sumber data langsung diproses pada saatditerima, yang mungkin terjadi adalah antrian data untuk menunggu giliran, misalnyapemrosesan yang dilakukan pada saat melakukan transaksi online di depan teller bank.* Real-time processing : pemrosesan data tidak boleh ditunda karena waktu sangat kritis,penundaan pengolahan dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal. Misalnya pengolahandata hasil pemantauan aktivitas gunung berapi.* Inline processing : biasa juga disebut sebagai hybrid-processing, yaitu kombinasi antarabatch-processing dan online-processing. Misalnya pengolahan transaksi di supermarket,dimana transaksi penjualan melalui POS (point of sale) langsung dilakukan (online),tetapi pengolahan lebih lanjut tentang persediaan barang dilakukan setiap jam 10:00malam.

3. Komponen-komponen Sistem Pemrosesan Transaksi
 
A. Dokumen Sumber
Kebanyakan transaksi dicatat pada dokumen sumber, selain menyediakancatatan-catatan tertulis dokumen sumber berfungsi :a. Memicu meng-otorisasi operasi fisik Sebagai contoh surat pesanan penjualan meng-otorisasi pengiriman barang dangangguan kepada pelanggan.b. Memantau arusfisik Misalnya surat pesanan penjualan digunakan untuk memperlihatkan pergerakanbarang pesanan dari gudang ke tempat pengiriman.c. Mencerminkanakuntabilitas atas tindakan yang diambilMisalnya tagihan dari pemasok diparaf untuk memperlihatkan bahwa tagihanini sudah diperiksa kebenarannya.d. Menjaga kemutakhiran dan kelengkapan basis dataSebagai contoh kopi faktur penjualan digunakan untuk memutakhirkan saldodalam catatan sediaan. Catatan pelanggan dan kemudian diarsipkan untuk kepentingan riwayat penjualan.e. Menyediakan data yang dibutuhkan untuk keluaranMisalnya data dalam surat pesanan penjualan digunakan untuk menyiapkanfaktur penjualan dan ikhtiar penjualan.

 B. Jurnal dan Register 
Jurnal dan register merupakan catatan akunting yang memuat data dalamurutan kronologis. Jurnal merupakan catatan akunting formal awal dalam sistemmanual. Mengikhtiarkan data transaksi dalam satu keuangan. Register berfungsisebagai pengganti jurnal atau catatan kronologis atau buku harian untuk data atauperistiwa yang tidak bersifat keuangan.

C. Buku Besar dan Arsip
Buku besar (ledger) mengikhtiarkan status perkiraan dalam satuankeuangan. Nilai transaksi yang muncul dalam jurnal dipindahkan atau diposkan kepos perkiraan yang sesuai. Melalui proses posting ini status setiap perkiraan yangterpengaruh dimutakhirkan dengan menaikkan atau menurunkan saldo perkiraansebesar nilai transaksi. Jadi, jika jurnal menekankan pada kegiatan transaksi, bukubesar menekankan pada status perkiraan.

D. Laporan dan Dokumen
Berbagai laporan umumnya dihasilkan dari pemrosesan transaksi. Salah satujenis keluaran laporan dikenal sebagai laporan keuangan. Sejumlah besar dokumenoperasional juga dihasilkan oleh sistem pemrosesan transaksi. Beberapa daridokumen ini dihasilkan untuk memicu tindakan. Dokumen lain dihasilkan untuk mencatat tindakan-tindakan yang telah diselesaikan. Dokumen operasional tertentuyang disiapkan oleh sistem pemrosesan transaksi perusahaan menjadi masukandokumen sumber untuk pemrosesan lebih lanjut.

E. Bagian Perkiraan dan Kode Lainnya
Transaksi akunting harus diklasifikasikan dan dikodekan sebelum diposkanke dalam buku besar. Bagan perkiraan merupakan daftar berkode dari perkiraan-perkiraan yang termuat dalam buku besar umum perusahaan. Pada dasarnya, inimerupakan struktur data keuangan perusahaan. Bagan perkiraan ini bukan sajamemungkinkan pengklasifikasian dan pengkodean data transaksi melainkan jugamenyediakan elemen-elemen data rinci untuk menyusun dan menyajikan informasidalam laporan keuangan.

F. Rangkaian Audit
Rangkaian audit adalah seperangkat mata rantai yang dibentuk oleh elemen-elemen pemrosesan transaksi pokok. Rangkaian audit merupakan alat untuk melakukan penelusuran dari dokumen-dokumen sumber melalui jurnal dan buku
besar sampai ke total ikhtisar dalam laporan keuangan atau keluaran keuanganlainnya, dan sebaliknya. Disamping membantu audit sistem pemrosesan transaksi.Rangkaian audit memungkinkan :(1) Koreksi kesalahan yang terdeteksi(2) Menjawab pertanyaan(3) Rekonstruksi arsip

G. Tindakan Pengendalian dan Pengamanan
Pemrosesan transaksi yang baik menuntut adanya berbagai tindakanpengendalian dan pengamanan. Contoh pengendalian yang telah dijelaskan meliputibagan perkiraan, perkiraan pengendali, rangkaian audit, dan metode pemrosesansekali tulis. Pengendalian seperti itu harus didukung dengan dokumentasi yangmemadai, meliputi : (1) manual prosedur, dan (2) uraian tanggung jawab yangdibebankan kepada mereka yang terlibat dalam pemrosesan transaksi.4.Ada empat tugas pokok dari sistem pengolahan transaksi, yaitu:
1. Pengumpulan Data : setiap organisasi yang ber-interaksi langsung denganlingkungannya
    alam penyediaan jasa dan produk, pasti memerlukan sistem yangmengumpulkan 
    data transaksi yang bersumber dari lingkungan.
2. Manipulasi Data : data transaksi yang dikumpulkan biasanya diolah lebih dahulu
    sebelum disajikan sebagai informasi untuk keperluan bagian-bagian dalam organisasi
    atau menjadi bahan masukan sistem informasi yang lebih tinggi. Beberapa tugasmanipulasi
    data adalah sebagai berikut:
1. Klassifikasi : 
 data dikelompokkan menurut kategori tertentu, misalnya menurutjenis kelamin,
 menurut agama, menurut golongan, dsb.
2. Sortir :           
data diurutkan menurut urutan tertentu agar lebih mudah dalam pencariandata,
misalnya di-sortir menurut abjad nama, atau menurut nomer induk, dsb.
 
3. Perhitungan :
melakukan operasi aritmetika terhadap elemen data tertentu,
misalnyamenjumlahkan penerimaan dan pengeluaran setiap hari, 
atau menghitung jumlahhutang pelanggan, dsb.
·                                   Pengikhtisaran : melakukan peringkasan data (summary) seperti sintesa data
                                                menjadi total, sub-total, rata-rata, dsb.
·                                   Penyimpanan data : data transaksi harus di-simpan dan dipelihara sehingga selal
                                                       siap memenuhi kebutuhan para pengguna.
·                                    Penyiapan dokumen :beberapa dokumen laporan harus disiapkan untuk
                                                         memenuhikeperluan unit-unit kerja dalam organisasi
·         Tujuan Pemrosesan Transaksi Yaitu : 
      pertukaran ekonomi dengan pihak-pihak eksternal (berupa : pembelian persediaandan penjualan barang dan jasa) dan internal (berupa, penyusutan aktiva tetap dan aplikasitenaga kerja)
·         Contoh Penggunaan Salah satu pemrosesan transaksi dengan sistem online adalah SMS-Banking yang tidak lain merupakan bentuk perwujudan pertama kali dari Mobile Banking (m-banking) dengan didasari prinsip Internet Banking,
yakni merupakan salah satu bentuk electronicchannel yang memungkinkan nasabah mengakses bank serta melakukan transaksiperbankan dalam hitungan menit kapanpun waktunya dan dimanapun tempatnya denganmengunakan perangkat telepon seluler yang dimiliki seperti halnya melakukan transaksidi anjungan tunai mandiri (ATM).